Senin, 11 Juni 2012

remifasol

CINTA ITU... ??

"Apa cinta sejati dari sepasang manusia itu memang ada ?"
"Apa cinta itu akan tetap hidup selamanya sekalipun keduanya tak bisa bersama dalam mengarungi bahtera rumah tangga ?"
"Apa cinta itu yang membuat kita sanggup bertahan melihat orang yang masih sangat kita cintai bersanding dengan orang lain ?"

Cinta yang seperti itu bisa diumpakan sebagai nyala api yang membakar lilin

Ia memang akan menerangi sekitar.
Tapi selama api terus berpijar, ia juga akan membakar lilin yang menaunginya
Tak ada pilihan lain, ketika Sang Maha Kuasa sudah menakdirkan...

Jalani saja meski itu pedih..
Jalani saja meski diterpa duka..

Namun ketika rasa kecewa melanda, adakalanya kita bertanya...
"Apa gunanya kita mencintai kalau akhirnya orang itu bukan yang terbaik untuk kita ?”
Apapun jawabannya, intinya pasti sama
“Harus mencoba/berusaha menemukan yang terbaik selama masih bernyawa.”

Harus diakui itu jawaban terhebat yang pernah melintas di otak manusia.
Setidaknya masih ada sisi positifnya.
Tapi untuk sebagian kaum, lihatlah iklan minyak telon bermerk terkenal, yang slogannya : buat anak koq coba-coba.

Cinta itu seperti soal matematika

Biarpun sulit, tapi jika kau tertantang, ia akan mudah kau ketika kaubukan barang jangan anggap remeh
Ketika kau bisa menjaganya, baguslah
Tapi ketika kau lalai menjaganya, mungkin ada dua pilihan.
Menangis, atau justru Meringis

Jangan menganggap cinta itu seperti mainan, kawan...
Yang ketika kau sudah bosan, kau akan meninggalkannya

Lebih parahnya lagi mungkin kau menenangkan dirimu dan berkata:
anggaplah cinta yang sudah lalu itu barang bekas

Ia bukan barang bekas, kawan...
Sebab ia hanya sesuatu yang pernah kau miliki, tapi kau tak sanggup menjaganya.
Ketika kita memulai suatu hubungan yang baru... bukan berarti kita menghapus kenangan
Kita hanya mencoba membuka hati, untuk orang baru, untuk harapan baru...

Maka sejak awal sebaiknya berhentilah mencintai orang itu di saat kau tahu hal itu amat sangat mustahil

Sebelum kau terluka oleh cinta itu di kemudian hari, dan sebelum semua berakhir menjadi linangan air mata

Berhentilah sejak kau sadar kau tidak akan pernah bisa memiliki

Berhentilah di saat kau tahu cinta itu tidak akan tergapai meski kau harus mengemis pada sang keadaan

Cinta masa kini bisa dibeli, kawan.
Hanya dengan “satu hal”, dan itu akan merubah segalanya.

Cinta itu tak selamanya manis, tak selamanya pula pahit

Namun seandainya waktu dan kesempatan bisa menuntun kita kembali pada cinta yang kita ingini, alangkah baiknya jika hal itu tak pernah terjadi
Karena cinta yang sejati, biarlah hidup dalam hati..

Maka tegarlah kalian yang merasa ditinggalkan oleh cinta,,
Tegarlah... karena itu satu-satunya jalan yang terbaik...

Suatu hari nanti, kita kan berada pada puncak pengingatan untuk semua kenangan, dan berkatalah pada diri kita sendiri :  
alangkah bodohnya aku kala itu , yang menangisi cintaku, yang telah pergi bersama yang lain...
alangkah naifnya rasaku, yang tetap bersemayam dalam ragaku, untuknya, meski ia tak pernah menganggapku ada...
alangkah baiknya cintaku, karena aku tak pernah mempermainkan ia yang hingga kini masih sangat ku rindu, hanya demi sebuah ikatan...
alangkah beruntungnya aku, yang tetap menyimpan bayang-bayang masa lalunya...


( dari yang pernah jatuh hati, patah hati, dan sakit hati...)



Mencoba tuk pahami, mencari celah hatimu
Bila harus menangis, aku kan menangis
Namun air mata kini telah habis
Segalanya tlah kuberikan, tapi kau tak pernah ada pengertian
Mungkin kita harus jalani
Cinta memang cukup sampai di sini… (d masiv)